Lompat ke isi utama

Berita

Demi Pena dan Bukti Kerja: Pesan Wazzaki di Apel Pagi Bawaslu Lampung Selatan

Apel Pagi

Apel Pagi

KALIANDA — Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan, Wazzaki, mengingatkan seluruh jajaran pengawas pemilu untuk membiasakan diri mencatat setiap proses kerja pengawasan. Pesan itu ia sampaikan saat bertindak sebagai pembina apel pagi di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda, Senin (2/11/2026).

Apel diikuti jajaran pimpinan, pengawas, serta pegawai sekretariat. Suasana berlangsung sederhana namun khidmat, menjadi ruang konsolidasi singkat sebelum jajaran pengawas kembali menjalankan tugas masing-masing.

Dalam arahannya, Wazzaki membuka dengan pengingat yang membumi: manusia pada hakikatnya adalah tempatnya lupa dan salah. Karena itu, kata dia, kepercayaan diri semata tidak cukup untuk menopang tugas pengawasan yang menuntut ketelitian.

“Kita ini manusia, tempatnya lupa dan salah. Maka cara kita mengantisipasi lupa adalah dengan mencatat,” ujar Wazzaki di hadapan peserta apel.

Ia lalu menautkan pesan tersebut dengan semangat keislaman. Wazzaki mengutip makna ayat Al-Qur’an yang bersumpah demi pena dan apa yang dituliskannya. Menurutnya, ayat itu memuat isyarat kuat bahwa menulis bukan pekerjaan sepele, melainkan bagian dari cara manusia menjaga kebenaran.

Bagi pengawas pemilu, lanjut dia, catatan memiliki fungsi ganda. Pertama, sebagai rekam jejak kinerja yang menunjukkan bahwa tugas benar-benar dijalankan. Kedua, sebagai alat bukti apabila di kemudian hari muncul persoalan hukum atau sengketa atas pelaksanaan pengawasan.

“Catatan itu menjadi bukti kerja kita. Ia juga bisa menjadi alat bukti jika ada persoalan terkait tugas dan tanggung jawab pengawasan,” tegasnya.

Wazzaki menilai, dokumentasi yang tertib membuat kerja pengawasan lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Kronologi peristiwa, waktu, lokasi, pihak yang terlibat, hingga tindak lanjut yang diambil pengawas akan lebih mudah ditelusuri apabila terdokumentasi sejak awal, bukan direkonstruksi dari ingatan setelah persoalan mencuat.

Kebiasaan mencatat, kata dia, juga melindungi pengawas itu sendiri. Ketika hasil kerja dipersoalkan, dokumen pengawasan menjadi penopang yang objektif, sekaligus menumbuhkan budaya kerja yang rapi dan disiplin di lingkungan lembaga.

Apel pagi tersebut ditutup dengan ajakan menjaga integritas dan konsistensi kerja. Melalui pesan yang sederhana namun mendasar itu, Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya membangun pengawasan yang tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga terekam, terukur, dan dapat dipercaya publik.

Penulis : Thr

Foto dan Editor : Iben