RAMADHAN SARANA REFLEKSI PENGAWASAN
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Selatan menghimbau Ramadhan menjadi Refleksi dalam Pengawasan dan Pencegahan pada Kamis (30/04) di Kantor Bawaslu Lamsel.
Puasa Ramadhan merupakan sarana yang tepat dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Selama Ramadhan setiap muslim memfokuskan seluruh potensinya mengisi,dan memaknai Ramadhan dengan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Harapannya diakhir Ramadhan kita akan terlahir kembali dengan spirit dan semangat yang baru. Hal tersebut juga disampaikan Hendra Fauzi Ketua Bawaslu Lamsel disela-sela jam kerjanya ketika ditemui diruanggannya. “Ramadhan menjadi sarana yang tepat untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bawaslu dalam melakukan pencegahan dan pengawasan. Selama masa penundaan sampai adanya keputusan dari pemerintah terkait penundaan ini maka kita perlu mempersiapkan lebih optimal. Sebab kita sama-sama menginginkan terwujudnya demokrasi yang berkualitas, (jujur, adil, bebas, rahasia) sesuai amanat UUD 1945”. Katanya
Beliau juga menghimbau masyarakat untuk melakukan refleksi di bulan Ramadhan ini agar menjadi bagian penegakan demokrasi dengan cara ikut berpartisipasi dalam pengawasan dan pencegahan dan tolak politik uang. Mari kita sama-sama berdoa agar diberi keselamatan supaya dihindarkan dari wabah pandemic yang masih melanda”. Imbunya.
Situasi yang belum ada kepastian pelaksanaan Pilkada ini ditambah kebijakan pemerintah untuk lock down dengan berdiam dalam rumah menimbulkan keresahan dimasyarakat. Dampak pandemic covid 19 mengakibatkan masyarakat memutar otak dalam memenuhi kebutuhan pokok ditambah pemberlakuan Pembatasanan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat akses masyarakat semakin terbatas. Kondisi tersebut memberi ruang terjadinya penyimpangan jika masyarakat tidak diberi pemahaman yang baik tentang pelanggaran pemilu.
Koordinator Devisi Pengawasan Bawaslu Lampung Selatan Iwan Hidayat juga menambahkan “Ramadhan sebagai sarana refleksi agar demokrasi betul-betul bisa berjalan tanpa ada hambatan. Masyarakat sebagai objek demokrasi jangan pernah merasa takut untuk melapor jika menemukan gejala-gejala penyimpangan demokrasi. Politik uang tidak berhenti pada jual beli suara atau pemberian uang kepada masyarakat saja, namun segala bentuk pemberian yang bernilai dan berharga”. Tambahnya.
Puasa Ramadhan merupakan sarana yang tepat dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Selama Ramadhan setiap muslim memfokuskan seluruh potensinya mengisi,dan memaknai Ramadhan dengan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Harapannya diakhir Ramadhan kita akan terlahir kembali dengan spirit dan semangat yang baru. Hal tersebut juga disampaikan Hendra Fauzi Ketua Bawaslu Lamsel disela-sela jam kerjanya ketika ditemui diruanggannya. “Ramadhan menjadi sarana yang tepat untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bawaslu dalam melakukan pencegahan dan pengawasan. Selama masa penundaan sampai adanya keputusan dari pemerintah terkait penundaan ini maka kita perlu mempersiapkan lebih optimal. Sebab kita sama-sama menginginkan terwujudnya demokrasi yang berkualitas, (jujur, adil, bebas, rahasia) sesuai amanat UUD 1945”. Katanya
Beliau juga menghimbau masyarakat untuk melakukan refleksi di bulan Ramadhan ini agar menjadi bagian penegakan demokrasi dengan cara ikut berpartisipasi dalam pengawasan dan pencegahan dan tolak politik uang. Mari kita sama-sama berdoa agar diberi keselamatan supaya dihindarkan dari wabah pandemic yang masih melanda”. Imbunya.
Situasi yang belum ada kepastian pelaksanaan Pilkada ini ditambah kebijakan pemerintah untuk lock down dengan berdiam dalam rumah menimbulkan keresahan dimasyarakat. Dampak pandemic covid 19 mengakibatkan masyarakat memutar otak dalam memenuhi kebutuhan pokok ditambah pemberlakuan Pembatasanan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat akses masyarakat semakin terbatas. Kondisi tersebut memberi ruang terjadinya penyimpangan jika masyarakat tidak diberi pemahaman yang baik tentang pelanggaran pemilu.
Koordinator Devisi Pengawasan Bawaslu Lampung Selatan Iwan Hidayat juga menambahkan “Ramadhan sebagai sarana refleksi agar demokrasi betul-betul bisa berjalan tanpa ada hambatan. Masyarakat sebagai objek demokrasi jangan pernah merasa takut untuk melapor jika menemukan gejala-gejala penyimpangan demokrasi. Politik uang tidak berhenti pada jual beli suara atau pemberian uang kepada masyarakat saja, namun segala bentuk pemberian yang bernilai dan berharga”. Tambahnya.Tag
Tak Berkategori