Lompat ke isi utama

Berita

Pemilu Dan Pilkada Dalam Perspektif Akar Rumput

. Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melaksanakan webinar tentang Dinamika Pemilu dan Pilkada Perspektif Akar Rumput di Kantor Bawaslu Kalianda Lamsel, Rabu (23/11) Webinar kali ini Bawaslu Lamsel mengambil tema tentang dinamika pemilu dan pilkada dalam perspektif akar rumput. Tema ini merupakan gambaran yang terjadi di lapisan bawah bagaimana persiapan dan keseruan masyarakat saat menjelang pemilihan. Melalui tema ini juga untuk memotret persepsi masyarakat dalam memaknai sebuah demokrasi. Webinar dengan menghadirkan 4 nara sumber yang berkompeten dibidangnya adalah Fatikhatul Khoiriyah selaku Krtua Bawaslu Lampung, Harry Putra, S.Pd.I.,MM selaku Kepala Desa Negara Ratu dan Ketua Apdesi Kabupaten Lampung Selatan, M. Agus Budiantoro, S.H.I selaku Kepala Desa Fajar Baru dan Edi Kuswanto, A.Md. selaku Kepala Desa Kedaung.  Kegiatan ini dilaksanakan dengan asumsi bahwa mayoritas masyarakat desa yang masih minim informasi dan sosialisasi yang benar menurut undang-undang membuat pilihan/keputusan berdasarkan perhitungan cost dan benefit. Meskipun tidak selalu mendapatkan keuntungan secara materi masyarakat namun juga sealalu mengedepankan issu sara untuk menyerang lawan pendukung.  Masyarakat Indonesia telah mempunyai banyak pengalaman dalam mengikuti pemilihan umum secara rutin, karena itu dapat meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam menentukan pilihan-pilihannya. Hal ini berpengaruh pada tindakan dan kegiatan politiknya. Mereka akan selalu berfikir untuk mendukung suatu partai dengan perhitungan cost dan benefit. Pada sisi lain, masyarakat desa dalam menentukan pilihan-pilihannya berdasar pada pilihan yang mempunyai resiko yang paling kecil atau dengan kata lain mereka selalu menginginkan rasa aman terlebih dahulu. Aksi teror terkadang masing dilakukan sebagai upaya untuk mempengaruhi masyarakat desa untuk memperoleh dukungan suara.  Berdasarkan hasil pengamatan bawaslu bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi harapan masyarakat lapisan bawah dalam menggunakan hak pilihnya pertama, para pemilih mempunyai informasi yang akurat mengenai alternatif-alternatif pilihan yang ada; kedua, apabila dalam pemilihan umum para pemilih mempunyai kebebasan dan terbebas dari tekanan-tekanan sosial untuk menyesuaikan dengan keinginan kelompok-kelompok; oleh karena itu benefit atau keuntungan yang diperoleh dengan tujuan mendukung suatu partai atau calon tertentu tidak menjadi pertimbangan utama dalam menentukan perilaku pemilih. Berdasarkan hal tersebut masyarakat membutuhkan informasi yang diterima secara langsung dan tidak sepihak sehingga memiliki data pembanding. Hal tersebut menjelaskan bahwa perubahan-perubahan pemilih dalam memilih agar rasional dan aspiratif karena rasionalitas merupakan salah satu bagian budaya yang penting dalam menciptakan demokrasi. Menurut salah satu naras sumber saat webinar tersebut M. Agus Budiantoro mengatakan bahwa klasifikasi akar rumput salah satunya adalah masyarakat pragmatis (NPWP) nomor piro wani piro itu masih menjadi trend masyarakat dalam menentukan pilihan dan masyarakat apatis yang tidak peduli terhadap perkembangan demokrasi.   “Klasifikasi masyarakat yang ada Ketika menjelang pemilihan yaitu ada masyarakat pragmatis yang selalu menawarkan NPWP Nomor Piro Wani Piro yang selalu mengukur cost dan benefit dalam memilih dan ada juga yang apatis yang tidak peduli sama perkembangan demokrasi.”Katanya.  Beliau juga menyampaikan apa yang menjadi harapan masyarakat akar rumput dari setiap pelaksanaan demokrasi yaitu adanya kesejahteraan dan keadailan serta jangan merusak hubungan social kekeluargaan. “Dampak pemilu yang diharapan masyarakat yang sangat besar kepada calon yang dipilihnya dan memenangkan pemilu/pilkada untuk memenuhi harapan mereka, dan juga agar tetap menjaga kerukunan dengan menghindari gesekan di lingkungan bergaulnya jangan sampe renggang bahkan terjadi keributan social dikarenakan berbeda pilihan. “Tutupnya. .  
Tag
Tak Berkategori