Bawaslu Lampung Selatan Serap Aspirasi PKB Soal Dapil dan Afirmasi Perempuan
|
LAMPUNG SELATAN – Dalam upaya merawat demokrasi yang inklusif dan berkualitas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan terus melakukan terobosan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Kali ini, jajaran pimpinan Bawaslu setempat melakukan kunjungan langsung ke Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Selatan, Senin (2/11).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis pemutakhiran data partai politik sekaligus menyerap aspirasi terkait persiapan tahapan krusial menjelang pesta demokrasi. Rombongan Bawaslu yang dipimpin langsung oleh Ketua Wazzaki, didampingi anggota Divisi Hukum dan Data Devis Sugianto serta Arif Sulaiman, disambut hangat oleh Ketua DPC PKB Lampung Selatan, Aliful Ma'rifah, beserta jajarannya.
Suasana kekeluargaan terasa kental dalam pertemuan tersebut. Bukan sekadar formalitas administratif, dialog ini menjadi ruang diskusi yang hidup mengenai tantangan internal partai, khususnya terkait pemenuhan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Bawaslu Lampung Selatan menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengawasi, tetapi juga mengedukasi dan mendorong partai politik agar lebih inklusif terhadap peran perempuan dalam politik.
Selain isu afirmasi perempuan, diskusi juga menyoroti dinamika penentuan Daerah Pemilihan (Dapil). Dalam kesempatan ini, PKB menyampaikan pandangannya bahwa opsi penataan Dapil sebaiknya tetap mempertahankan konfigurasi yang sudah ada sebelumnya. Argumen ini didasarkan pada pertimbangan stabilitas basis massa dan efektivitas representasi suara rakyat di tingkat akar rumput.
Isu teknis pemekaran dan perpindahan wilayah juga menjadi atensi khusus. Sorotan tertuju pada rencana perpindahan 9 desa di Kecamatan Jati Agung. Terkait hal ini, PKB menyatakan sikapnya masih menunggu hasil koordinasi tingkat tinggi yang melibatkan Pemerintah Provinsi, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Selatan.
"Kami menghargai langkah Bawaslu yang datang langsung. Ini menunjukkan keseriusan lembaga pengawas dalam memastikan data dan aturan main pemilu nanti benar-benar adil dan akuntabel," ungkap Aliful Ma'rifah di sela-sela diskusi. Ia menekankan bahwa kepastian status wilayah Jati Agung sangat mempengaruhi strategi dan hak konstituen dalam penentuan Dapil.
Merespons hal tersebut, Ketua Bawaslu Lampung Selatan, Wazzaki, menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi parpol untuk menyampaikan pandangan. Menurut Wazzaki, sinergi antara Bawaslu dan Parpol adalah kunci mencegah sengketa di kemudian hari.
"Kami tidak hanya datang membawa aturan, tapi juga membawa telinga untuk mendengar. Masukan dari PKB mengenai Dapil dan isu Jati Agung akan kami catat sebagai bahan pertimbangan penting dalam pengawasan tahapan selanjutnya," ujar Wazzaki.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Bawaslu Lampung Selatan hadir sebagai mitra strategis bagi partai politik. Dengan pendekatan yang merangkul dan humanis, Bawaslu optimistis dapat menciptakan iklim politik yang sejuk, tertib, dan berorientasi pada kepentingan rakyat di Lampung Selatan.
Penulis dan Foto : Thr
Editor : Iben