BAWASLU KABUPATEN LAMSEL MAKNAI ISRO MI’ROJ SEBAGAI PENINGKATAN RASA PERSATUAN DAN KESATUAN
|
BAWASLU KABUPATEN LAMSEL MAKNAI ISRO MI’ROJ SEBAGAI PENINGKATAN RASA PERSATUAN DAN KESATUAN
Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memaknai isro mi’roj sebagai upaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bagi masyarakat dan bangsa di Kantor Bawaslu Jl. Jati Rukun Way Lubuk Kecamatan Kalianda pada Senin, 28/02.
Perinagatan isro mi’roj merupakan hari besar dalam islam yang tak luput dari perhatian masyarakat. Berbagai bentuk kegiatan yang mengekspresikan partisipasi warga muslim dalam menyambut dan memaknai adanya isro mi’roj. Hal tersebut dilakukan dalam upaya untuk mengingat peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah umat islam. Tidak hanya sebatas peringatan namun, terdapat pelajaran penting sebagai hikmah terjasinya peristiwa tersebut.
Dalam hal ini bawaslu kabupaten Lampung Selatan memaknai isro mi’roj sebagai dasar bagi umat islam dalam meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Hal tersebut dapat diambil dari peristiwa diperintahkannya kewajiban melaksanakan sholat lima (5) waktu dalam sehari semalam. Sholat merupakan ibadah yang dilakukan degan cara bersama (berjamaah) mendapat keutamaan sehingga dilaksanakan di masjid. Berjamaah merupakan pesan moral bahwa islam mengajarkan rasa sisialisme yang tinggi, sehingga segala urusan atau pekerjaan yang besar dapat dikerjakan dengan mudah jika dikerjakan secara berjamaah (bersama).
Selain itu rasa sosialis akan meningkatkan rasa peduli terhadap sesama sehinga semakin menumbuhkan jiwa humanis. Humanis merupakan rasa sebagai bentuk kesamaan nasib atau empati sebagai bentuk perlakuan memanusiakan manusia.
Hal tersebut relevan dengan yang disampaian oleh Katua Bawaslu Lamsel Hendra Fauzi saat ditanya diruang kerjanya. “Isro mi’roj adalah symbol perintah dalam pelaksanaan ibadah harus tetap peduli (memperhatikan) sesama, sebab sholat itu lebih utama yang dilakukan secara bersama sehingga meningkatan rasa kemanusiaan dan kebersamaan”. Katanya.
Humanisme (memausiakan manusia) merupakan sikap yang muali bias dalam kehidupan masyarakat seharai-hari. Hendra Fauzi berpesan agar peringatan Isro Mi’roj dimaknai tidak hanya sebatas mengingat peristiwa sejarahnya tetapi makna yang terkandug dalam peristiwa itu yang lebih penting.
“semoga kita bisa mengambil hikmah atau pesan moral tidak hanya peristiwa sejarahnya tetapi makna dibalik peristiwa itu yang mesti kita dapatkan”. Tutupnya.
Tag
Tak Berkategori