Terproduktif Se-Lampung, Humas Bawaslu Lampung Selatan Raih Penghargaan Kinerja Media Sosial Terbaik Kuartal I 2026
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi di bidang kehumasan. Berdasarkan hasil evaluasi yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Lampung pada pekan lalu, tim humas Bawaslu Lampung Selatan dinobatkan sebagai yang terproduktif se-Provinsi Lampung untuk periode Januari hingga Maret 2026.
Penilaian ini disampaikan langsung dalam Rapat Evaluasi Publikasi Media Sosial, Pemberitaan, serta Pengelolaan Data dan Informasi yang diikuti oleh seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota di Lampung. Prestasi ini merupakan buah dari konsistensi Bawaslu Lampung Selatan dalam menyebarkan informasi terkait pengawasan pemilu, edukasi pemilih, dan transparansi kinerja lembaga melalui berbagai kanal digital.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan bahwa capaian ini tidak lepas dari komitmen seluruh anggota dan staf dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. "Kami menyadari bahwa di era keterbukaan informasi ini, kecepatan dan ketepatan penyebaran informasi adalah kunci. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas konten yang edukatif dan informatif bagi masyarakat Lampung Selatan," ujarnya.
Selain meraih predikat terproduktif, Bawaslu Lampung Selatan juga aktif mengikuti berbagai agenda strategis tingkat nasional dan provinsi. Baru-baru ini, perwakilan mereka turut serta dalam "Bincang Pengadaan" yang membahas potensi kerugian negara, serta Rapat Koordinasi Kolaborasi Konten Nasional untuk memperkuat publikasi pasca-pemilu.
Melalui akun resmi media sosialnya, Bawaslu Lampung Selatan secara rutin mengunggah kegiatan lapangan, hasil pengawasan, serta sosialisasi peraturan perundangan pemilu. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum di daerah ujung selatan Lampung tersebut.
Ke depan, Bawaslu Lampung Selatan menargetkan untuk tidak hanya mempertahankan kuantitas publikasi, tetapi juga meningkatkan interaksi dan literasi digital masyarakat terkait pentingnya pengawasan pemilu yang partisipatif.
THR