Perkuat Transparansi Kerja Kunci Kepercayaan Publik
|
Selasa (21/04/2026) di Kantor Sekretariat Bawaslu Sumatera Selatan dalam kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan, Anggota Bawaslu RI Herwyn J.H Malonda menegaskan bahwa keterbukaan merupakan aspek penting dari setiap kerja pengawasan yang kita lakukan. Hasil pengawasan tidak boleh hanya berhenti di laporan internal atau menjadi konsumsi jajaran kita semata, melainkan harus bisa diakses oleh seluruh elemen masyarakat melalui publikasi yang sistematis, misalnya dalam bentuk artikel maupun buku. Apabila dalam bentuk buku, Bawaslu RI dapat memberikan support melalui Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan agar dapat diproses lebih lanjut termasuk terkait ISBN (International Standard Book Number) untuk buku tersebut.
Keterbukaan dalam bentuk publiaksi kinerja ini menjadi instrumen krusial untuk meluruskan misinformasi dan disinformasi, sekaligus membangun pemahaman masyarakat yang lebih jernih mengenai tugas fungsi Bawaslu. Semangat kita adalah mengukuhkan demokrasi dengan cara mempersiapkan masyarakat agar semakin paham dan peduli pada terciptanya pemilu yang berintegritas.
Meski tahapan pemilu secara resmi baru akan dimulai pada tahun depan, saya memandang tahun 2026 ini sebagai momentum untuk melakukan penguatan fondasi demokrasi. Salah satu bentuk nyata dari kerja kita saat ini adalah melalui konsolidasi untuk memastikan bahwa masyarakat telah mendapatkan edukasi kepemiluan yang memadai. Bagi saya, konsolidasi demokrasi bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen besar kita untuk menjadikan Bawaslu sebagai lembaga negara yang mampu memperkuat kualitas demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
#Demokrasi_Ekokrasi #HJM #tuamawazeng