Lompat ke isi utama

Berita

Hari Santri dan Semangat Pengawasan Pemilu Partisipatif

Humas

 

Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri. Peringatan ini bukan hanya tentang sarung, peci, dan pesantren, tetapi tentang semangat jihad menjaga keutuhan bangsa yang diwariskan para ulama dan santri.

Semangat inilah yang relevan dengan tugas pengawasan Pemilu.

Jika dulu santri berjihad melawan penjajah dengan resolusi jihad, hari ini santri berjihad melawan kecurangan, hoaks, politik uang, dan politisasi SARA dalam Pemilu. Itulah bentuk jihad kebangsaan di era demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan memandang santri dan pesantren memiliki peran strategis dalam *Pengawasan Partisipatif:

  • 1. Menjaga Moral Demokrasi: Santri dikenal dengan kejujuran dan integritas. Nilai inilah yang menjadi fondasi pengawas Pemilu yang berintegritas.

  • 2. Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian: Pesantren adalah pusat literasi keagamaan yang moderat. Santri bisa menjadi garda terdepan meluruskan informasi palsu yang sering muncul di masa Pemilu.

  • 3. Penggerak Partisipasi: Jaringan santri dan alumni pesantren yang luas hingga ke desa-desa dapat menggerakkan masyarakat untuk berani melapor jika melihat pelanggaran.

Pemilu yang jujur dan adil tidak akan terwujud hanya oleh Bawaslu. Ia butuh keterlibatan semua elemen, termasuk para santri.

Selamat Hari Santri Nasional 2026.

Jihad Santri, Jayakan Negeri, Kawal Demokrasi!

Rilis Oleh Wazzaki (Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan)