Bawaslu Lampung Selatan dan PWI Soroti Ancaman Distorsi Informasi Jelang Pemilu 2029
|
Lampung Selatan — Di tengah derasnya arus informasi digital, menjaga kualitas demokrasi tidak cukup hanya dengan mengawasi proses pemungutan suara. Informasi yang beredar di tengah masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Persoalan inilah yang menjadi salah satu topik perbincangan Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan saat kunjungan silaturahmi di Kantor Bawaslu setempat, Rabu (4/11/2026).
Ketua Bawaslu Lampung Selatan Wazzaki bersama anggota Devis Sugianto, Sumiarto, dan Arif Sulaiman menerima langsung Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriyandi dan Sekretaris Desi Habibi. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar tantangan pengawasan pemilu, termasuk potensi distorsi informasi yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi.
“Tantangan pemilu ke depan bukan hanya persoalan pelanggaran di lapangan, tetapi juga bagaimana masyarakat menerima dan memahami informasi. Informasi yang keliru atau dipelintir dapat menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, kami memandang insan pers sebagai mitra penting dalam membangun literasi informasi dan menjaga ruang demokrasi tetap sehat,” ungkap Wazzaki.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga juga membicarakan peluang kerja sama untuk memperkuat pengawasan netralitas ASN, TNI, dan Polri. Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriyandi menyampaikan kesiapan organisasinya untuk menjajaki langkah strategis bersama Bawaslu. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepemiluan yang akurat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan.
Bagi Bawaslu Lampung Selatan, silaturahmi ini menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi dengan insan pers di luar tahapan pemilu. Sebab, menjaga demokrasi tidak hanya membutuhkan aturan dan pengawasan, tetapi juga masyarakat yang memiliki akses terhadap informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis: faedahngopi
poto: Ibnu