Bawaslu Lampung Selatan Perkuat Keterbukaan Informasi, Siapkan Kolaborasi dan Gerakan Mahasiswa Anti Politik Uang
|
Lampung Selatan — Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat kinerja kelembagaan melalui optimalisasi publikasi, pengembangan kapasitas pegawai, dan perluasan pengawasan partisipatif. Tiga agenda strategis tersebut menjadi pembahasan dalam rapat pleno yang digelar pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan dan Zoom meeting
. Rapat yang dipimpin Anggota Bawaslu Lampung Selatan, Devis Sugianto, ini menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan program kelembagaan berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan keterbukaan informasi melalui optimalisasi pemberitaan pada laman resmi Bawaslu Lampung Selatan. Seluruh staf akan dilibatkan secara bergilir dalam penulisan berita dengan target minimal satu publikasi setiap hari. Komposisi pemberitaan diarahkan mencakup 70 persen kegiatan rutin dan 30 persen kegiatan inovatif serta momentum aktual. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan informasi yang lebih beragam, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat sekaligus memperlihatkan keberlanjutan kerja pengawasan di luar tahapan pemilu.
Pleno juga membahas penguatan program Knowledge Sharing melalui Zoom Meeting saat pelaksanaan Work From Home (WFH). Program ini akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Way Kanan sebagai sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik antarlembaga. “Kita ingin setiap program memiliki manfaat yang jelas. Publikasi harus semakin dekat dengan masyarakat, sementara kegiatan berbagi pengetahuan harus mampu meningkatkan kemampuan pegawai dan menghasilkan praktik kerja yang dapat diterapkan,” ujar Devis Sugianto.
Selain penguatan internal, Bawaslu Lampung Selatan turut mematangkan rencana kuliah umum bersama Universitas Indonesia Mandiri (UIM) dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Gerakan Anti Politik Uang untuk Mewujudkan Demokrasi yang Berintegritas.” Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya politik uang sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pencegahan pelanggaran pemilu. Persiapan akan dilanjutkan melalui koordinasi dengan pihak kampus, pematangan konsep, penentuan narasumber, serta penyusunan teknis pelaksanaan.
Melalui berbagai agenda tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan menegaskan pentingnya membangun kelembagaan yang terbuka, adaptif, dan kolaboratif. Penguatan kompetensi pegawai dan keterlibatan masyarakat, khususnya mahasiswa, diharapkan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pengawasan serta menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga demokrasi yang berintegritas.
Penulis: faedah ngopi