Lompat ke isi utama

Berita

Ikuti Agenda 'Anti Linglung', Bawaslu Lampung Selatan Perkuat Kapasitas Lewat Simulasi Penanganan Pelanggaran via Zoom

Kegiatan Sumulai PP melalui zoom

Simulasi Penanganan Pelanggaran

LAMPUNG SELATAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan terus menjaga kesiapan dan kapasitas jajarannya meski saat ini berada dalam masa non-tahapan pemilihan. Menjaga ketajaman pengawasan menjadi prioritas utama di masa jeda ini.

Untuk itu, Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan, Arif Sulaiman, beserta staf Divisi Penanganan Pelanggaran mengikuti simulasi penanganan pelanggaran pemilihan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan simulasi yang diinisiasi dan dilaksanakan langsung oleh Bawaslu Provinsi Lampung ini merupakan bagian dari agenda rutin yang dijuluki sebagai program "Anti Linglung". Program ini dirancang khusus untuk mengisi kekosongan kegiatan selama masa non-tahapan agar para komisioner dan staf tetap produktif, tajam, serta tidak kehilangan kompetensi dalam mengawasi serta menangani potensi pelanggaran pemilu.

Arif Sulaiman menegaskan bahwa simulasi ini sangat krusial untuk menjaga daya juang dan profesionalisme jajarannya.

"Meski kita sedang tidak dalam tahapan pemilihan, modus-modus pelanggaran atau potensi konflik di masyarakat bisa saja terjadi kapan pun. Melalui program Anti Linglung dari Bawaslu Provinsi ini, kami beserta staf terus mengasah kemampuan, membedah skenario kasus, dan menyamakan persepsi terkait tata cara penanganan pelanggaran yang sesuai dengan regulasi terbaru," ujar Arif, Selasa (25/6/2026).

Dalam simulasi via Zoom tersebut, Arif dan stafnya dituntut untuk merespons cepat sebuah skenario kasus dugaan pelanggaran yang disajikan oleh narasumber dari Bawaslu Provinsi Lampung. Mereka harus merumuskan langkah-langkah taktis mulai dari penemuan dugaan pelanggaran, pengkajian cepat, pembuktian, hingga penyusunan rekomendasi dan pelaporan.

Menurut Arif, simulasi semacam ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi kelemahan dan kekurangan yang mungkin terjadi saat penanganan pelanggaran di lapangan pada pemilu-pemilu sebelumnya.

"Kami berlatih membedah kasus fiktif namun realistis. Ini memaksa kami untuk berpikir kritis, bekerja cepat, dan tepat sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku," tambahnya.

Arif berharap, rutinitas program Anti Linglung ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. Ia memastikan bahwa kesiapsiagaan yang dibangun saat ini adalah wujud komitmen Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan.

"Ketika tahapan pemilihan dimulai nanti, Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Divisi Penanganan Pelanggaran, sudah dalam kondisi prima. Kami siap bekerja secara profesional, cepat, dan tepat dalam menangani setiap laporan atau temuan pelanggaran di lapangan demi terselenggaranya pemilihan yang jujur dan adil," tutup Arif.

 

Penulis : THR

Foto : Humas Bawaslu Lamsel